jagatmedia.id BUNGO – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bungo. Kali ini, sekitar 5 hektare lahan perkebunan sawit dan semak belukar di kawasan Simpang Bangko, Dusun Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, terbakar pada Selasa (8/9/2026) sore.
Peristiwa tersebut diketahui setelah adanya pantauan titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang. Menindaklanjuti informasi itu, Kapolsek Pelepat AKP Carlos Sihombing bersama personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan ground check.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan areal perkebunan yang sebagian ditumbuhi semak belukar dalam kondisi kering telah terbakar. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke area perkebunan lainnya.
Pemadaman melibatkan personel Polsek Pelepat, Sat Samapta Polres Bungo, BPBD Kabupaten Bungo, Damkar Kecamatan Pelepat serta crew AWC Sabhara Polres Bungo, bersama masyarakat sekitar.
Turut berada di lokasi, Camat Pelepat Purnama Efendi, S.Hut. dan Kasat Samapta Polres Bungo IPTU Deky Junel yang ikut memantau proses penanganan kebakaran.
Berkat penanganan cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan. Petugas juga melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala.
Dari hasil pengecekan awal, kebakaran terjadi pada lahan perkebunan sawit yang ditumbuhi semak belukar dan vegetasi kering. Kondisi tersebut membuat api mudah menjalar.
Sementara itu, dari informasi awal dan kondisi di sekitar lokasi, muncul dugaan api berasal dari puntung rokok yang dibuang di sekitar pinggir jalan dan kemudian mengenai semak belukar kering.
Namun, pihak kepolisian belum memastikan dugaan tersebut sebagai penyebab utama kebakaran.
Kapolsek Pelepat AKP Carlos Sihombing menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Personel Polsek Pelepat juga telah berkoordinasi dengan Unit Tipidter Satreskrim Polres Bungo untuk mendalami kejadian tersebut.
Petugas telah melakukan pendataan lokasi, pemeriksaan awal terhadap saksi, dokumentasi TKP serta penyisiran di sekitar lokasi kebakaran.
Polisi akan mendalami sejumlah kemungkinan, mulai dari sumber api, aktivitas masyarakat sebelum kejadian, keterangan saksi hingga kondisi lahan saat sebelum terbakar.
“Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan selalu berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar AKP Carlos Sihombing.
Saat ini api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dilaporkan aman serta kondusif. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Polsek Pelepat bersama instansi terkait juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap di kawasan perkebunan dan lahan yang berpotensi menimbulkan Karhutla. (jamed)
