jagatmedia.id/, BUNGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terdeteksi di Kabupaten Bungo. Kali ini, titik panas terpantau di wilayah Desa Purwobakti, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo, Kamis malam (17/9/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan awal satelit, titik hotspot berada pada koordinat 102.100145° Bujur dan -1.473274° Lintang, dengan tingkat kepercayaan sedang.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satgas Karhutla Kabupaten Bungo langsung melakukan ground check pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Petugas menuju lokasi berdasarkan koordinat hotspot dan menemukan lahan yang telah terbakar dengan luas sekitar 3 hektare. Dari hasil pengecekan di lapangan, api sudah dalam kondisi padam.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik warga atas nama Kusaini, Ground check melibatkan personel Satgas Karhutla Kabupaten Bungo bersama unsur BNPB Kabupaten Bungo, Manggala Agni, Basarnas serta masyarakat setempat.
Petugas tidak hanya memastikan kondisi titik panas, tetapi juga melakukan pengecekan terhadap area sekitar untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan koordinasi dengan Tipiter Satreskrim Polres Bungo serta tim Manggala Agni.
Sejumlah langkah dilakukan di lokasi, mulai dari pencarian titik koordinat hotspot, pengecekan kondisi lahan, meminta keterangan saksi, dokumentasi hingga melaporkan hasil pengecekan kepada pimpinan.
Meski api telah padam, petugas tetap melakukan penyisiran di sekitar lokasi titik hotspot. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Masyarakat sekitar juga akan diberikan imbauan terkait larangan melakukan pembakaran lahan sembarangan serta pentingnya segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap di kawasan rawan Karhutla.
Kapolres Bungo melalui personel Satgas Karhutla mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Api memang sudah padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam. Setiap titik panas harus dicek dan setiap potensi kebakaran harus diantisipasi,” demikian langkah yang terus dilakukan petugas di lapangan.
Situasi di lokasi ground check berlangsung aman dan kondusif. Pemeriksaan serta pemantauan di sekitar titik hotspot masih terus dilakukan sebagai langkah antisipasi Karhutla susulan.(jamed)
